Buku Act Like A Lady Think Like A Man

 



"Bertindak seperti wanita, Berpikir seperti pria" adalah buku yang dipopulerkan oleh Steave Harvey, ungkapan tersebut menunjukkan bahwa wanita harus mengadopsi serangkaian perilaku dan sikap tertentu yang secara tradisional dan diasosiasikan pada pria untuk mencapai keberhasilan dalam suatu hubungan.

Akan tetapi keliatannya seperti malah memperkuat streotype gender dan menyiratkan bahwa wanita harus mengubah diri mereka sesuai dengan ekspektasi pria. kata Steave Harvey, dari pada terus berharap pada pria untuk menghormati wanita apa adanya mendingan kita memberi makan egonya dengan berperilaku seperti perempuan. 

Hal ini juga mengasumsikan bahwa ada cara tunggal dan monolitik yang dilakukan pria dalam berpikir dan berperilaku. Monolitik sendiri memiliki makna jika menurut KBBI berasal dari kata monolit yang artinya batu atau bebatuan, dalam aspek sosiologi monolitik memiliki arti sifat seperti kesatuan yang terorganisasi yang membentuk kekuatan tunggal dan berpengaruh, jika dibawah pada aspek pemerintahan monolitik ini berarti suatu kesatuan yang besar dan sulit diubah.

fenomena-fenomena yang terjadi pada masyarakat luas seperti perceraian dini, perselingkuhan, laki-laki gosting disaat lagi sayang-sayangnya hahaha, perempuan yang merasa tidak dihargai, diperlakukan tidak seperti layaknya ratu, yang selalu bilang jalanin aja akan berakhir digantungin aja, dan masih banyak fenomena-fenomena yang merugikan perempuan lainnya.

Secara biologis laki-laki diciptakan cenderung memiliki sifat menyediakan secara materi, mengejar, memburu, hal-hal yang diinginkan termasuk perempuan, maka dari itu menurut penelitian dalam jurnal of social psychology yang penelitiannya melibatkan 172 mahasiswa, mengungkapkan dimana pria lebih banyak mengatakan bahwa dirinya lebih mudah jatuh cinta dari pada perempuan, hal ini dikarenakan seorang pria telah memiliki imajinasi tersendiri tentang bagaimana perempuan yang disukainya. pria lebih mengutamakan visual seorang wanita sedangkan wanita biasanya lebih kompleks, lebih menganalisa emosinya yang secara alami akan mengikuti nalurinya.

Dari beberapa fakta tersebut bisa disimpulkan, secara garis besar laki-laki memang lebih dominan sisi maskulin dan perempuan lebih dominan sisi feminim namun tidak menutup kemungkinan ada laki-laki yang lebih dominan energi feminimnya dari pada maskulinnya dan ada juga perempuan yang lebih dominan energi maskulinnya dibandingkan feminimnya contohnya perempuan independent.

Sebagai perempuan yang juga dianugrahi akal dan kemampuan dalam menganalisis sesuatu, berfikir rasional, tentu menjadi perempuan independent yang bisa segala macam hal termasuk mapan dalam financial, punya karir bagus, melakukan segala hal yang juga dilakukan laki-laki demi melatih diri untuk lebih survive dalam setiap ketidakseimbangan kondisi social dan ekonomi yang jauh dari kesan bergantung pada orang lain termasuk laki-laki dan tanpa sengaja hal tersebut meningkatkan energi maskulin yang ada pada perempuan. Steave Harvey, menerangkan dalam relationship (hubungan) perempuan dituntut untuk seolah-olah tidak independent (feminim) demi mendapatkan perlakuan maskulin dari laki-laki.

Saya suka baca komen beberapa perempuan di social media yang selalu ingin mendapatkan sosok pria seperti habibi tapi lupa menjadi ainun, mau mendapatkan sosok seperti Nabi Muhammad Saw tapi tidak tahu bagaimana menjadi Aisyah, selalu menginginkan perilaku dari raja tapi tidak tahu menjadi ratu. intinya sikap independent dalam hubungan akan mematikan sisi maskulinitas dari pria, energi maskulin akan mental jika berhadapan dengan energi maskulin layaknya magnet yang ketika kedua sisi yang sama akan saling tolak menolak dan jika kedua sisi yang berbeda akan saling tarik menarik, analogi sederhana untuk memberi gambaran bahwa, kalau kamu ingin diperlakukan layaknya ratu maka jadilah ratu terlebih dahulu, dan mental seorang Ratu selalu berfikir, tak ada ratu yang mengejar pria terlebih dahulu, ialah yang dikejar.

Kenapa lelaki (Alpha Male) lebih memilih wanita yang feminim?

Pada dasarnya sifat laki-laki kompetitif dan memiliki ego yang besar, jika kalian memiliki energi maskulin, hal kecil seperti pamer hasil acievment (kekayaan, power, kesuksesan, dan pengaruh) ke dia dengan maksud biar laki-lakinya kagum, ini kalian sudah memasuki area maskulin, selain dia merasa tersaingi, dia juga merasa agak susah membahagiakan kalian, bukan berarti kita  sebagai perempuan  tidak boleh memiliki achievment sendiri, tentu saja boleh, tapi tetap tunjukkan sisi feminim kita bahwa dia bisa provide (memberi) kita. hal ini akan nge boost ego dia sekaligus menjalankan kodratnya sebagai laki-laki, mereka tahu dan akan bangga dikala bisa melakukannya ucap Allexa.cuevas dalam salah satu highligt instastorynya.

Sekali lagi saya menegaskan energi maskulin itu (Mengayomi) dan feminim itu (Menerima) dan menerima pemberian adalah suatu kehormatan pada si pemberi. banyak laki-laki selingkuh dan memilih perempuan lain dengan alasan dia lebih respect (menghargai), benar, rasa respect yang dirasakan laki-laki akan muncul jika perempuan menerima pemberian dia sebagai penghormatan (respect) kepada dia, pemberian yang dimaksud tidak dibatasi dengan barang bisa juga dengan action ataupun kata-kata pujian, penyemangat. 

Paham sampai sini ? jika iya mari kita melangkah pada bagian bagaimana laki-laki berfikir, pada paragraf ketiga diatas telah saya terangkan dan memberikan penjelasan bahwa karakter laki-laki itu keras layaknya batu, pemikirannya padat, tegas, singkat, sederhana, logic, dan sulit untuk diubah. jadi kamu jangan terlalu sering terlibat dilema dan drama pada sebuah peristiwa seperti memaksa laki-laki untuk menceritakan masalahnya, Mempertanyakan kenapa perilaku ia berubah tidak seperti dulu, memaksanya melakukan hal-hal yang tidak ingin ia lakukan, jawabannya sederhana, dia akan bercerita jika ia mau, dia akan mengejar jika ia ngin mendapatkan, ia akan selalu inisiatif melakukan hal yang ia senangi, dan dia akan bertanggung jawab pada hal yang ia miliki. jika ada pria yang tidak melakukannya jawabannya cuman dua kamu bukan targetnya ataukah dia adalah pria bermental feminim. berhenti untuk mencari alasan, hal ini tidak serumit pemikiranmu, kamu saja yang tidak menyadari dan keras hati, bukan dia yang jahat tapi kamu mungkin yang bodoh.

Stop bodoh move on beb..

laki-laki memiliki pemikiran tidak takut untuk kehilangan akan sesuatu, karena "Rasa Takut" akan menempatkan kalian pada posisi mudah dimanipulasi, bukan hanya percintaan,tapi segala hal dalam kehidupan. Rasa Takut kehilangan membuat kamu akan semakin mengejar sesuatu tanpa henti seolah-olah kamu tidak bisa hidup tanpa sesuatu itu, dan disaat yang sama perempuan telah termanipulasi dan membuatnya memberikan segala hal agar tidak kehilangan, jadi laki-laki malas effort lebih, toh tanpa dikejarpun perempuanpun akan datang dengan sendirinya. jangan dikejar beb, kamu juga bisa lakukan hal yang sama, buat dia berfikir dua kali dan bertanya-tanya apakah kamu masih suka? jika dia serius dia akan berusaha effort dan mencari tahu kenapa kamu tidak takut kehilangan, jika dia tidak melakukan hal tersebut, sudah pasti dia tidak ada niat bersamamu (Serius). jadi move on

Laki-laki tidak menggunakan mental korban dalam melakukan apapun meskipun dia sudah invest terlalu besar, meskipun ia marah kecewa dan sakit hati, dia tidak akan memperlihatkannya seolah memberi kesan bahwa sesuatu hal tersebut tidak mempengaruhinya, justru dia akan memanfaatkan hal tersebut dan membalikkan fakta bahwa ia bukan satu-satunya korban disini. 

Perempuan selalu terjebak dan memiliki mental korban seperti contoh kasus berikut, mental korban perempuan akan muncul ketika ditinggal laki-laki apalagi setelah berhubungan dengan dia (sex), bagaimana cara menghilangkannya?

Daripada menganggap diri kalian sebagai korban karena telah memberikan tubuh kalian, kalian justru bisa berfikir bahwa kalianlah yang memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan kalian (dalam hal ini sex) karena itu yang sudah kalian lakukan, pastikan saat bertemu dengan mereka setelah ditinggal, tetap tersenyum dan bertingkah hidupmu baik-baik saja tanpa dia. hal ini akan memberikan kesan dipikirannya bahwa dia tidak berarti apa-apa dan tidak memiliki dampak apapun terhadap kalian. bahkan dia berfikir dia hanya sekadar snack bagi kalian. percayalah, ini tidak akan memberikan kesan  murahan, melainkan membuat mereka segan dan bahkan terintimidasi. karena merekapun berfikir demikian.

Dengan memiliki perilaku seperti itu ini akan menambah rasa percaya diri kita, dan mengirimkan informasi pada pikiran alam bawah sadar kita bahwa kita bukan korban melainkan pengendali. laki-laki tidak menganggap kita murahan setelah kita tidur dengan dia, tapi perilaku kita setelah tidur dengan dia, jika kalian baper, bucin, manja, dan terlihat butuh setelah tidur dengan dia, disinilah kalian akan merasa depresi. namun jika kalian bisa cuek setelah berhubungan dalam arti tidak pernah menghubungi dia sama sekali mereka akan meragukan nilai diri mereka dimata kalian. yang memberi kesan bahwa kalian memang tidak kehabisan option (pilihan laki-laki) alyas masih banyak cadangan. percayalah mereka juga berfikir begitu,

laki-laki menyukai tantangan, petualangan, kenikmatan, penderitaan sekaligus bahaya makanya cenderung menyukai permainan. kebanyakan laki-laki pacaran selalu memakai sistem poliamori yang merupakan istilah berkencan atau memiliki pasangan lain meskipun orang tersebut telah memiliki pacar karena bagi mereka sebelum memiliki komitmen dia bebas untuk memilih dan menyeleksi apapun yang datang pada hidup mereka. tapi tidak semua laki-laki seperti itu.

Inilah yang dimaksud Steave Harvey, berfikirlah seperti laki-laki, kamupun bisa melakukan hal yang sama, ada sebuah cerita yang bisa dibilang jahat (psyco) tapi beginilah kenyataan kalau kalian memasuki pikiran alam bawa sadar laki-laki dan memainkannya, namanya megan pertama kali dia ngedate dengan harry, megan memakai parfum ibunya harry lady diana. ini bisa dibilang manipulasi kelas kakap, jadi dia memakai parfum ibunya yang sudah meninggal, yang memang jelas sangat dirindukan kehadirannya oleh harry, karena sudah ditinggal sejak kecil.

kedengarannya simple dan sepele, cuma pakai parfum ibunya. hal ini langsung masuk ke pikiran bawah sadarnya tanpa harus melakukan apapun, membawa kenangan dimasa lalu, dan dia akan merasa nyaman, dan percaya disekitar megan, karena bau itu yang dulu buat dia nyaman dan percaya karena itu aroma (ibunya). saat kita merasa nyaman dan percaya, kita memberikan kekuatan kepada orang tersebut secara tidak langsung dan hal ini yang membuat Prince Harry keluar dari kerajaan dan menjahui semua orang terdekat seperti kakak terdekatnya, megan memiliki kalkulasi, planning dan strategi.


Dam Hai, Its Me Dam.. Blog ini berisi cerita-cerita tentang buku-buku yang menarik, yang bisa bantu kamu buat self improvement, Self Development, secara GRATIS tanpa harus membelinya

Posting Komentar untuk "Buku Act Like A Lady Think Like A Man "