Kenapa Orang Ingin Viral Dan Terkenal?

 

Kenapa Orang Ingin Viral Dan Terkenal?
sumberfoto:pexels.com

Ramai menjadi perbincangan tentang cara menjadi viral atau terkenal. segala upaya yang dilakukan mulai dengan meningkatkan prestasi hingga meningkatkan sensasi. Viral menjadi tolok ukur kesuksesan, kekayaan, sumber kekuatan dan penghormatan bagi orang-orang yang memujanya.

Ketika prestasi tidak cukup untuk benar-benar menarik perhatian berbagai kalangan elit yang dinilai akan memberi nilai tukar lebih, maka sensasilah jawabannya. Mulai dengan membeli followers, membayar orang agar meninggalkan komentar yang positif seolah-olah audiens layaknya mesin yang tak bisa berfikir.  

Tapi apa sih maksud dari kata viral itu sendiri?

Mengapa orang-orang begitu menginginkannya?

Menurut KBBI kata viral itu sendiri vi.ral berkenaan dengan kata virus yang berarti menyebar luas dan cepat.

Kita mengetahui Bersama bahwa virus ini dapat menyebar dan menyerang siapapun yang tidak memiliki proteksi atau perlindungan diri. Tapi disisi lain virus ini bisa digunakan sebagai alat testing tingkat kekebalan sebuah proteksi. Jika tidak dikelola dengan baik virus tersebut bisa menjadi pedang bermata dua, yang tajam dari berbagai arah.

Jika ingin menaklukkannya dengan cara melumpuhkannya maka kamu sudah pasti akan terluka, tapi jika dibiarkan begitu saja dia yang akan terlebih dahulu menaklukkan mu. Cara yang paling tepat ialah memiliki kemampuan untuk tetap memegangnya, jika ditangan seorang pengrajin pedang akan dibuat semakin tajam dan berkilau, jika ditangan seorang kesatria maka akan banyak menumpahkan darah, tapi jangan sekali-kali ditangan orang yang bodoh karena boleh jadi ia akan melukai dirinya sendiri.

Secara psikologi manusia memiliki kecendurungan ingin terlihat, ingin didengar, dan bahkan ingin diakui oleh orang lain. Ketika seseorang merasa diakui dan disukai oleh banyak orang hal ini dapat memberikan rasa puas dan rasa percaya diri mereka karena memvalidasi kepopuleran, kecerdasan dan value diri  dari besaran angka followers, like, dan komen.

Selain pengakuan sosial, viralitas di media sosial juga dapat membuka peluang bisnis dan karir yang menarik.

Banyak selebriti internet atau “influencer” yang menghasilkan uang dari endorsement, iklan dan Kerjasama dengan merek-merek terkenal. Ini bukan hanya berlaku untuk selebriti internet, Ketika seseorang menciptakan konten yang benar-benar menarik perhatian produsen, agen berbakat, atau perusahaan yang tertarik untuk berkolaborasi atau sekadar mempekerjakan mereka.

Alasan lainnya adalah dengan keviralan ini mengubah cara pandang kita tentang berinteraksi dan berhubungan dengan orang lain. Menjadi viral memberi kesan bahwa mereka memiliki pengaruh yang besar untuk berkomunikasi dengan banyak orang dari latar belakang yang sangat berbeda. Semakin viral maka aksi dan narasi akan semakin cepat didengar.

Pada zaman dahulu, tokoh-tokoh agama diperintahkan Tuhan mengajak manusia untuk berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan, persis dengan menambah followers bagi para influencer maupun selebriti, Sama effortnya, juga bagi para tokoh agama yang telah melakukan beribu upaya mulai dari dakwah, diskusi, bahkan bersikap rendah hati terhadap orang-orang yang mengatai dan menghinanya. Tapi jika diperhatikan ada perbedaan yang sangat signifikan dari metode tadi, Kita bisa menilai bahwa tokoh-tokoh agama itu sendiri lebih mengutamakan pengenalan terhadap tuhan, edukasi, agar orang-orang benar-benar paham dan tidak salah Langkah dalam memilih keputusan hidup, guru kehidupan dan pastinya tak ada paksaan dalam hal tersebut.

Bisa ditarik makna bahwa perbedaan kedua metode tersebut bisa dilihat dari tujuannya, pada zaman dulu tujuan menarik followers untuk memberi ilmu yang bermanfaat, sedangkan yang terjadi sekarang lebih berfokus pada kepopuleran pribadi.

Tentunya hal ini memiliki dampak positive dan negatifnya, Tapi apakah keviralan ini benar-benar membawa dampak positif bagi psikologi manusia?

Jawabannya bisa iya bisa enggak, mengapa ? karena ego sentris atau permintaan alam bawah sadar seperti ingin diakui, disukai, didengarkan membuat manusia seolah-olah memuja ketenaran, mengemis perhatian, dan membeli penghormatan, tak peduli konten yang bernilai edukasi ataupun sensasi semua dibuat dan dipublish membranding diri dari permintaan followers yang kadang sama sekali tidak bersifat mendidik dan bahkan berujung jeruji. Mungkin dalam beberapa waktu mencapai ketenaran yang diinginkan tapi seketika lenyap seperti kabar yang dating terbawa oleh angin. Keviralannya tidak abadi seperti viralnya tokoh-tokoh agama dimasa lalu karena yang dijual bukanlah sensasi tapi prestasi.

Mengutip dari kata Dr.Phil “The Bigger The Star, The Smaller The Ego” Sesungguhnya Seseorang Yang Makin Terkenal, Egonya Akan Semakin Mengecil.

Harusnya ketenaran tumbuh berkembang Bersama kecerdasan, kebijakan, dan kebaikan  jikalau ia tak berguna bagi orang lain setidaknya menuntun pribadi menjadi lebih lapang dada, lebih rendah hati, dan tetap iba melihat penderitaan orang lain. Jikalaupun viral ia akan dikenang hingga menjadi sejarah yang tak habis diceritakan dan diteruskan anak cucu kita.

Mengutip dari perkataan Rhenald Kasali “Banyak orang merasa pintar hanya karena memiliki banyak followers, tapi itu bukanlah pintar tapi “sok pintar”.

“Orang-orang yang cerdas adalah orang-orang yang tidak menonjolkan kepintarannya, didepan orang-orang yang berpura-pura pintar”.

Viral dan ketenaran yang sesungguhnya disaat kamu merasa tidak dikenal dan dikenang tapi orang-orang membicarakanmu.

 

 

Dam Hai, Its Me Dam.. Blog ini berisi cerita-cerita tentang buku-buku yang menarik, yang bisa bantu kamu buat self improvement, Self Development, secara GRATIS tanpa harus membelinya

Posting Komentar untuk "Kenapa Orang Ingin Viral Dan Terkenal?"