Mengoptimalkan Produktivitas, Peran Sentral Pola Pikir Positif.
Isi Pikiran Menentukan Setiap Tindakan Seseorang.
Pola pikir menentukan tingkat
produktivitas seseorang. Kamu Ingin dibilang sibuk atau produktif? Produktif
adalah beberapa kegiatan yang telah terencana, memiliki capaian tertentu dan
pastinya meningkatkan soft skill dan hard skill, menambah semangat positif dan
juga lebih kreatif. Sibuk menurut KBBI adalah banyak yang dikerjakan, giat dan
rajin.
Pernah gak kamu diajakin temen
buat nongkrong terus kamu bilang sorry yah aku sibuk, konotasi sibuk disini
sangat erat kaitannya dengan penggunaan waktu yang lama untuk melakukan
sesuatu, padahal kan terlihat sibuk belum tentu produktif. Orientasi sibuk
ialah mengerjakan satu hal dalam waktu yang lama sedangkan produktif berusaha
mengoptimalkan waktu untuk mengerjakan banyak hal yang memiliki output yang
lebih banyak.
Jangan salah masih banyak yang
berpikiran dan memiliki anggapan bahwa semakin terlihat sibuk atau gak ada
waktu berarti semakin produktif padahalkan keduanya berbeda.
Membangun Mindset produktif.
Fokus Pada Hal Positif
Situasi dan rintangan yang
menantang memang selalu menjadi bagian dari kehidupan. Ketika kamu menghadapinya,
fokuslah pada hal-hal baik yang dimiliki atau akan terjadi, tanpa mempedulikan
seberapa besar dampaknya pada kehidupan. Sebab, selalu ada hikmah Ketika kamu
menghadapi sesuatu yang membuatmu kewalahan. Karena itu, pastikan untuk selalu
fokus dan mencari hal-hal positif pada setiap tantangan yang dihadapi.
Lakukan Self Talk
Cara berpikir positif untuk
meningkatkan produktivitas selanjutnya adalah dengan melakukan self talk secara
positif. Nah, perlu diketahui bahwa self talk merupakan tindakan berdialog
dengan diri sendiri dengan menggunakan kalimat positif. Meski hal ini tidak
terdengar di telinga dan tidak diucapkan secara langsung, tapi self talk dapat
mempengaruhi perilaku dan perasaan, apabila dilakukan secara positif. Sebab
kebanyakan orang cenderung keras dan menjadi kritikus terburuk terhadap dirinya
sendiri. Khususnya Ketika menghadapi masalah atau tantangan yang diberikan
dalam aktivitas sehari-hari.
Sebagai contoh, seorang pegawai
bisa saja mengatakan kepada dirinya bahwa ia mungkin tidak akan mampu mengerjakan
proyek yang diberikan atasannya Ketika diberikan Amanah. Padahal, proyek
tersebut diberikan dari atasannya karena percaya bahwa sang karyawan mampu
menyelesaikannya dengan baik. Karena itu, alih-alih berpikiran “saya akan
mengacaukannya” Ketika mendapat tantangan, cobalah untuk mengatakan “saya akan
mencari cara yang efektif untuk menyelesaikannya”
Hentikan Penggunaan Perangkat Elektronik
Selain fokus pada hal positif dan
melakukan self talk, pastikan juga untuk menghentikan penggunaan perangkat
elektronik sementara waktu. Kamu tidak perlu mengetahui apa yang terjadi di dunia
setiap jam atau setiap hari. Sebab, terus-menerus mencari berita atau gosip
terbaru justru malah berpotensi membuat suasana hati dan pikiran semakin kacau.
Hal ini dikarenakan oleh beberapa berita dapat berdampak secara negatif pada
ketenangan, sehingga menghambat produktivitas. Sebagai contoh, seorang pegawai
mengetahui bahwa ada berita mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK)
besar-besaran yang dilakukan oleh sebuah perusahaan. Pegawai tersebut pada
akhirnya berpikiran bahwa perusahaan tempat dirinya bekerja akan melakukan hal
yang sama. Alhasil, dirinya akan menjadi stress, meskipun hal ini belum tentu
terjadi.
Karena itu, cobalah untuk tidak
selalu menggunakan perangkat elektronik seperti smartphone sementara waktu. Jika
kamu sedang bekerja, fokuslah pada tanggung jawab yang dilimpahkan, daripada
senantiasa ingin mengetahui segala peristiwa.
Bagaimana menjadi benar-benar produktif bukan hanya sekadar
terlihat sibuk.
Cara mengetahui kita sibuk atau
produktif adalah dengan mengenali pembedanya yakni sebagai berikut:
Cara Mereka Memandang Dan Menetapkan Sebuah Prioritas.
Cara merak memandang dan
menetapkan sebuah prioritas seorang yang produktif cenderung memiliki sedikit
prioritas, karena mereka selalu berfikir dan bekerja untuk mewujudkan prioritas
yang telah ditetapkan agar semua terwujud dengan baik. Lain halnya dengan
seorang yang sibuk, mereka cenderung akan memiliki banyak prioritas. Jadi tak
heran jika akhirnya akan ada banyak hal yang mereka kerjakan, tapi belum tentu
membuahkan hasil yang memuaskan.
Orang Produktif Tahu Kapan Harus Berkata Ya Dan Kapan Harus
Berkata Tidak.
Tahu kapan harus berkata ya dan
kapan harus berkata tidak. Bagi orang produktif, mereka akan tahu kapan harus
berkata ya dan kapan harus berkata tidak. Karena orang produktif mampu mengukur
kemampuan dirinya dan menurutnya ini menyangkut sebuah komitmen dan
konsistensi, mereka enggan jika suatu Ketika tida mampu merealisasikan apa yang
telah disanggupinya. Berbeda dengan orang sibuk, mereka justru akan selalu
berkata ya untuk setiap permintaan atau perintah yang datang menghampirinya.
Meski pada akhirnya belum tentu mampu untuk mewujudkannya.
Cara Bertindak Dan Mengambil Keputusan, Juga Mempengaruhi
Hasil Kerja Antara Orang Produktif Dan Orang Sibuk.
Cara mereka bertindak dan
mengambil keputusan sangat berbeda. Dalam mengambil keputusan, orang sibuk
selalu lebih cepat jika dibandingkan dengan orang produktif. Kebanyakan orang
sibuk tidak berpikir dua kali sebelum mengambil keputusan dan bertindak, bagi
mereka yang penting cepat jika hasilnya uruk itu urusan belakang. Sangat
berbeda dengan orang produktif, mereka selalu berpikir dua kali jika mengambil
keputusan dan bertindak, karena produktivitas adalah suatu hal yang utama, dan
mereka enggan membuang-buang kesempatan dan waktu dimiliki hanya karena ingin
lebih cepat.
Orang Produktif Akan Fokus Dengan Suatu Pekerjaan Dan
Memaksimalkan Waktu Yang Dia Punya.
Fokus mereka saat melakukan
pekerjaan itu adalah hal yang sangat berbeda. Orang sibuk berfokus pada
Tindakan yang multitasking, sedangkan orang productid akan lebih fokus pada
kejelasan dan hasil daripada Tindakan yang mereka lakukan. Jadi, dengan kata
lain, dari sekian banyak Tindakan yang dilakukan oleh orang sibuk, maka
hasilnya tidak maksimal dengan kualitas yang biasa saja. Sedangkan dari sedikit
Tindakan yang dilakukan oleh mereka yang produktif, maka kemungkinan semuanya
berhasil lebih besar, karena fokus kerja mereka jelas.
Bagaimana Cara Mereka Meluangkan Waktu Dan Menikmati Hidup.
Orang produktif mampu membagi
waktu dengan baik antara pekerjaan dan kehidupannya, dengan begitu dia memiliki
kesempatan bersantai dan menikmati hidup lebih besar. Sedangkan orang sibuk
selalu kehilangan waktu untuk sekadar bersantai karena memilih mengisi waktu
mereka dengan kesibukan-kesibukan yang tiada henti. Karena mereka tak mampu
mengatur dan membagi waktu bagi kehidupannya sendiri.
Orientasi Orang Produktif Dan Orang Sibuk Dalam Bekerja
Sangat Jauh Berbeda.
Orientasi mereka dalam bekerja
sangat jauh berbeda. Orientasi seseorang dalam melakukan pekerjaan sangat berhubungan
dengan motivasi dan juga prioritas awal. Sehingga wajar jika hal itu akan
membedakan bagaimana orientasi akhir seorang yang sibuk dengan mereka yang
produktif dalam bekerja. Orang sibuk memiliki orientasi akhir sebuah proses
dalam bekerja, mereka akan melihat dan menunjukkan bagaimana sebuah proses yang
benar dalam bekerja. Sedangkan orang produktif lebih mementingkan bagaimana
hasil dari pekerjaan yang dilakukan, apakah memuaskan atau tidak.
Jangan Terjebak Pada Kata “Yang Penting Sibuk”.
Ada pepatah yang bilang “Time is
money” waktu adalah uang. Uang memanglah penting namun terkadang demi mengejar
uang seseorang menjual waktunya kepada pemilik uang. Pekerja siap sibuk untuk
berfokus pada sesuatu dalam waktu yang berjam-jam tanpa memikirkan goal dari
pekerjaan mereka sedangkan produktif benar-benar memaksimalkan waktu yang
mereka punya, memilih hal yang bisa dikerjakan dengan cepat dan tidak
melewatkan waktu dengan sia-sia.

Posting Komentar untuk "Mengoptimalkan Produktivitas, Peran Sentral Pola Pikir Positif."
Posting Komentar