Mengoptimalkan Produktivitas, Peran Sentral Pola Pikir Positif.

 

Mengoptimalkan Produktivitas, Peran Sentral Pola Pikir Positif.
Pexels.com

Isi Pikiran Menentukan Setiap Tindakan Seseorang.

Pola pikir menentukan tingkat produktivitas seseorang. Kamu Ingin dibilang sibuk atau produktif? Produktif adalah beberapa kegiatan yang telah terencana, memiliki capaian tertentu dan pastinya meningkatkan soft skill dan hard skill, menambah semangat positif dan juga lebih kreatif. Sibuk menurut KBBI adalah banyak yang dikerjakan, giat dan rajin.

Pernah gak kamu diajakin temen buat nongkrong terus kamu bilang sorry yah aku sibuk, konotasi sibuk disini sangat erat kaitannya dengan penggunaan waktu yang lama untuk melakukan sesuatu, padahal kan terlihat sibuk belum tentu produktif. Orientasi sibuk ialah mengerjakan satu hal dalam waktu yang lama sedangkan produktif berusaha mengoptimalkan waktu untuk mengerjakan banyak hal yang memiliki output yang lebih banyak.

Jangan salah masih banyak yang berpikiran dan memiliki anggapan bahwa semakin terlihat sibuk atau gak ada waktu berarti semakin produktif padahalkan keduanya berbeda.

Membangun Mindset produktif.

Fokus Pada Hal Positif

Situasi dan rintangan yang menantang memang selalu menjadi bagian dari kehidupan. Ketika kamu menghadapinya, fokuslah pada hal-hal baik yang dimiliki atau akan terjadi, tanpa mempedulikan seberapa besar dampaknya pada kehidupan. Sebab, selalu ada hikmah Ketika kamu menghadapi sesuatu yang membuatmu kewalahan. Karena itu, pastikan untuk selalu fokus dan mencari hal-hal positif pada setiap tantangan yang dihadapi.

Lakukan Self Talk

Cara berpikir positif untuk meningkatkan produktivitas selanjutnya adalah dengan melakukan self talk secara positif. Nah, perlu diketahui bahwa self talk merupakan tindakan berdialog dengan diri sendiri dengan menggunakan kalimat positif. Meski hal ini tidak terdengar di telinga dan tidak diucapkan secara langsung, tapi self talk dapat mempengaruhi perilaku dan perasaan, apabila dilakukan secara positif. Sebab kebanyakan orang cenderung keras dan menjadi kritikus terburuk terhadap dirinya sendiri. Khususnya Ketika menghadapi masalah atau tantangan yang diberikan dalam aktivitas sehari-hari.

Sebagai contoh, seorang pegawai bisa saja mengatakan kepada dirinya bahwa ia mungkin tidak akan mampu mengerjakan proyek yang diberikan atasannya Ketika diberikan Amanah. Padahal, proyek tersebut diberikan dari atasannya karena percaya bahwa sang karyawan mampu menyelesaikannya dengan baik. Karena itu, alih-alih berpikiran “saya akan mengacaukannya” Ketika mendapat tantangan, cobalah untuk mengatakan “saya akan mencari cara yang efektif untuk menyelesaikannya”

Hentikan Penggunaan Perangkat Elektronik

Selain fokus pada hal positif dan melakukan self talk, pastikan juga untuk menghentikan penggunaan perangkat elektronik sementara waktu. Kamu tidak perlu mengetahui apa yang terjadi di dunia setiap jam atau setiap hari. Sebab, terus-menerus mencari berita atau gosip terbaru justru malah berpotensi membuat suasana hati dan pikiran semakin kacau. Hal ini dikarenakan oleh beberapa berita dapat berdampak secara negatif pada ketenangan, sehingga menghambat produktivitas. Sebagai contoh, seorang pegawai mengetahui bahwa ada berita mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang dilakukan oleh sebuah perusahaan. Pegawai tersebut pada akhirnya berpikiran bahwa perusahaan tempat dirinya bekerja akan melakukan hal yang sama. Alhasil, dirinya akan menjadi stress, meskipun hal ini belum tentu terjadi.

Karena itu, cobalah untuk tidak selalu menggunakan perangkat elektronik seperti smartphone sementara waktu. Jika kamu sedang bekerja, fokuslah pada tanggung jawab yang dilimpahkan, daripada senantiasa ingin mengetahui segala peristiwa.

Bagaimana menjadi benar-benar produktif bukan hanya sekadar terlihat sibuk.

Cara mengetahui kita sibuk atau produktif adalah dengan mengenali pembedanya yakni sebagai berikut:

Cara Mereka Memandang Dan Menetapkan Sebuah Prioritas.

Cara merak memandang dan menetapkan sebuah prioritas seorang yang produktif cenderung memiliki sedikit prioritas, karena mereka selalu berfikir dan bekerja untuk mewujudkan prioritas yang telah ditetapkan agar semua terwujud dengan baik. Lain halnya dengan seorang yang sibuk, mereka cenderung akan memiliki banyak prioritas. Jadi tak heran jika akhirnya akan ada banyak hal yang mereka kerjakan, tapi belum tentu membuahkan hasil yang memuaskan.

Orang Produktif Tahu Kapan Harus Berkata Ya Dan Kapan Harus Berkata Tidak.

Tahu kapan harus berkata ya dan kapan harus berkata tidak. Bagi orang produktif, mereka akan tahu kapan harus berkata ya dan kapan harus berkata tidak. Karena orang produktif mampu mengukur kemampuan dirinya dan menurutnya ini menyangkut sebuah komitmen dan konsistensi, mereka enggan jika suatu Ketika tida mampu merealisasikan apa yang telah disanggupinya. Berbeda dengan orang sibuk, mereka justru akan selalu berkata ya untuk setiap permintaan atau perintah yang datang menghampirinya. Meski pada akhirnya belum tentu mampu untuk mewujudkannya.

Cara Bertindak Dan Mengambil Keputusan, Juga Mempengaruhi Hasil Kerja Antara Orang Produktif Dan Orang Sibuk.

Cara mereka bertindak dan mengambil keputusan sangat berbeda. Dalam mengambil keputusan, orang sibuk selalu lebih cepat jika dibandingkan dengan orang produktif. Kebanyakan orang sibuk tidak berpikir dua kali sebelum mengambil keputusan dan bertindak, bagi mereka yang penting cepat jika hasilnya uruk itu urusan belakang. Sangat berbeda dengan orang produktif, mereka selalu berpikir dua kali jika mengambil keputusan dan bertindak, karena produktivitas adalah suatu hal yang utama, dan mereka enggan membuang-buang kesempatan dan waktu dimiliki hanya karena ingin lebih cepat.

Orang Produktif Akan Fokus Dengan Suatu Pekerjaan Dan Memaksimalkan Waktu Yang Dia Punya.

Fokus mereka saat melakukan pekerjaan itu adalah hal yang sangat berbeda. Orang sibuk berfokus pada Tindakan yang multitasking, sedangkan orang productid akan lebih fokus pada kejelasan dan hasil daripada Tindakan yang mereka lakukan. Jadi, dengan kata lain, dari sekian banyak Tindakan yang dilakukan oleh orang sibuk, maka hasilnya tidak maksimal dengan kualitas yang biasa saja. Sedangkan dari sedikit Tindakan yang dilakukan oleh mereka yang produktif, maka kemungkinan semuanya berhasil lebih besar, karena fokus kerja mereka jelas.

Bagaimana Cara Mereka Meluangkan Waktu Dan Menikmati Hidup.

Orang produktif mampu membagi waktu dengan baik antara pekerjaan dan kehidupannya, dengan begitu dia memiliki kesempatan bersantai dan menikmati hidup lebih besar. Sedangkan orang sibuk selalu kehilangan waktu untuk sekadar bersantai karena memilih mengisi waktu mereka dengan kesibukan-kesibukan yang tiada henti. Karena mereka tak mampu mengatur dan membagi waktu bagi kehidupannya sendiri.

Orientasi Orang Produktif Dan Orang Sibuk Dalam Bekerja Sangat Jauh Berbeda.

Orientasi mereka dalam bekerja sangat jauh berbeda. Orientasi seseorang dalam melakukan pekerjaan sangat berhubungan dengan motivasi dan juga prioritas awal. Sehingga wajar jika hal itu akan membedakan bagaimana orientasi akhir seorang yang sibuk dengan mereka yang produktif dalam bekerja. Orang sibuk memiliki orientasi akhir sebuah proses dalam bekerja, mereka akan melihat dan menunjukkan bagaimana sebuah proses yang benar dalam bekerja. Sedangkan orang produktif lebih mementingkan bagaimana hasil dari pekerjaan yang dilakukan, apakah memuaskan atau tidak.

Jangan Terjebak Pada Kata “Yang Penting Sibuk”.

Ada pepatah yang bilang “Time is money” waktu adalah uang. Uang memanglah penting namun terkadang demi mengejar uang seseorang menjual waktunya kepada pemilik uang. Pekerja siap sibuk untuk berfokus pada sesuatu dalam waktu yang berjam-jam tanpa memikirkan goal dari pekerjaan mereka sedangkan produktif benar-benar memaksimalkan waktu yang mereka punya, memilih hal yang bisa dikerjakan dengan cepat dan tidak melewatkan waktu dengan sia-sia.

Dam Hai, Its Me Dam.. Blog ini berisi cerita-cerita tentang buku-buku yang menarik, yang bisa bantu kamu buat self improvement, Self Development, secara GRATIS tanpa harus membelinya

Posting Komentar untuk "Mengoptimalkan Produktivitas, Peran Sentral Pola Pikir Positif."