Perang Paradigma Gen Z dan Gen Baby Boomer Dalam Issue Generasi Sandwich

Perang Paradigma Gen Z dan Gen Baby Boomer Dalam Issue Generasi Sandwich
Sumber:pexel.com

Kerap terjadi perang paradigma antara sosok ayah dan anak yang berbeda generasi, terhimpit layaknya roti lapis, seperti sandwich. Panggil saja Hartono seorang laki-laki dewasa berusia 50-60 tahun memiliki seorang ibu yang sudah sangat tua, seorang istri dan dua orang anak. Beliau selalu berpesan kepada kedua anaknya, jika orang tuamu sudah tua rawatlah, tampunglah, biayailah kebutuhannya seperti layaknya ia membiayaimu sejak kecil. Nasihat tersebut selalu diberikan hingga anak-anaknya beranjak dewasa.

Andini adalah seorang mahasiswi program studi Ilmu Aktuaria yakni disiplin ilmu untuk merancang solusi dari permasalahan dan pengelolaan risiko pada industri perasuransian, dana pensiun, jaminan sosial, investasi, perbankan dan industri terkait lainnya. Sumber: dikti.kemdikbud.go.id.

1. Apa itu Generasi Sandwich, Gen Z, dan Gen Baby Boomer?

Generasi Sandwich adalah mereka yang punya peran ganda dalam urusan keuangan karena harus membiayai dirinya sendiri, orang tua, dan anak. Posisi mereka diibaratkan isian roti lapis yang harus menanggung beban kedua lapis “roti” atau generasi yang ada di atas (orang tua) dan di bawah (anak). Istilah generasi sandwich ini diperkenalkan oleh Dorothy A. Miller, Profesor dari Universitas Kentucky pada 1981 dalam jurnal berjudul the ‘sandwich’ generation: Adult children of the aging, istilah generasi sandwich awalnya digunakan untuk merujuk perempuan di usia 30-40 tahun yang harus merawat anak sekaligus memenuhi kebutuhan orang tua, teman, dan orang-orang lainnya. Sumber: narasi.tv

Gen Z adalah generasi yang lahir dari tahun 1995-2010 kondisi sosial: realitas berganda, jejaring sosial, digital natives. Tingkah laku: pengembara identitas, communaholic, mengedepankan dialog realistis. Konsumsinya akses berdasarkan aspek etis mencari yang unik-unik. Generasi ini dilabeli sebagai generasi yang minim Batasan, tidak takut resign dari pekerjaan demi menemukan pengalaman.

Gen Baby Boomer adalah generasi yang lahir dari tahun 1940-1959, katanya memiliki tingkah laku berdasarkan idealisme, revolusioner, kolektivis. Konsumsi ideologinya piringan hitam dan film, Menghargai setiap proses.

a. Perbedaan Etos Kerja

Perang Paradigma Gen Z dan Gen Baby Boomer Dalam Issue Generasi Sandwich
Sumber:pexels.com

Fenomena Ok Boomer muncul sebagai ungkapan sarkastik dari generasi z dan milenial untuk merespons sikap generasi baby boomer. Menurut mereka, generasi baby boomers itu gemar menggurui dan kurang relevan untuk zaman sekarang.

Sering dikatain nyolot oleh generasi baby boomers, Gen z tidak mau kalah membela diri dengan berkata iya generasi kolot. Tok tok tok bunyi suara ketukan pintu kamar Arini saat dibangunkan ayahnya yang berkata bangunnn rezeki mu habis dipatok ayam, tak terjawab apa-apa karena arini tengah sibuk nge freelance di dalam kamarnya.

Satu jam berikutnya arini keluar dari kamarnya menghampiri meja makan, terlihat ayah dan ibunya sedang menikmati hidangan sarapan paginya. “kamu gak mau cari kerja?? Kamu ini rebahan terus!! atau kamu nikah saja, liat tuh anak tetangga udah kerja kantoran, gak lama lagi nikah, ingat!! kamu udah gak muda lagi lohhh” ujar mama arini, hmmmm iya maaaaa aku kerja kok, cuman bedanya kerjanya dari rumah!… kerja apaan itu?? dasteran rambut acak2an, gak wangi, gak rapih, emang berapa gajinya”? ujar ibu arini sedikit meremehkan.. “maahhhh zaman sekarang kerja tuh gak mesti capek-capek ke kantor, panas-panasan, keringetan, menghadapi drama dengan teman kantor, dapat bos toxic, yang suka ngasih kerjaan di luar job desc apaan ituu.. jawaban arini terdengar nyolot.

Uhuk-uhuk terdengar suara batuk dari bapak arini sepertinya geram mendengar perdebatan mereka berdua, kemudian semuanya terdiam sejenak seperti ingin menyambut percakapan baru yang akan dimulai ayahnya.. “kamu itu kalau dikasih tau sama yang lebih tua itu nurut bukan malah ngebantah!! “kamu seharusnya mendengarkan yang lebih tua dari kamu, yang lebih berpengalaman, tau apa kamu tentang hidup…” iyaaa paaa, suara arini merendah..

b. Issue Generasi sandwich

Masalah Finansial

“Beep Beep Beeeepppp” suara klakson mobil terdengar dari garasi. Arini bergegas mendekat dan melihat adiknya mengendarai mobil baru yang diberikan oleh ayahnya sebagai hadiah atas diterimanya di universitas.

“dimana ayah? Tanya arini.

“ituu, ayah! “seru adiknya, penuh kegembiraan.” Ayah hanya ingin menyenangkan adikmu, nakk!”

Arini, dengan sedikit cemburu, berkomentar “ Ayah terlalu boros. Seharusnya ayah lebih hemat untuk dana pensiun”.

Adiknya membela ayah, “kamu tau aku sangat menginginkan ini. Dan nanti, Ketika aku sudah bekerja, aku akan membantu ayah”

Arini menjelaskan, “tentu saj kita harus berbuat baik kepada orang tua, tetapi penting bagi ayah untuk mandiri secara finansial. Kita tidak akan selamanya hidup Bersama. Ayah juga harus berikir tentang masa depan.

Beberapa tahun kemudian, ibu arini meninggal dan ayah mulai sakit. Arini menjadi penopang keluarga, merawat adiknya, nenek dan ayah mereka yang tidak bisa lagi bekerja.

Direktur utama Asabri Sonny Widjaja menyebutkan, sebanyak 90% pekerja Indonesia mengaku tak siap memasuki usia pensiun secara finansial. Data OJK juga menyebutkan bahwa 93% pekerja formal di Indonesia belum memiliki bayangan tentang bagaimana rencana selepas masa pensiun. Sumber: Republika.co.id

Bagaimana Cara Memutus Rantai Generasi Sandwich?

Memutus rantai generasi sandwich bukanlah hal yang mudah, tapi perlahan kawan GNFI akan bisa memutus rantai tersebut dengan perencanaan keuangan yang matang. Menurut hemat penulis tokoh Arini sebenarnya telah memiliki bekal untuk mengelola keuangan dengan baik, namun dalam hal ini tantangan berkomunikasi dengan seisi rumah menjadi problem utama. Dua generasi yang diwakili ayahnya sebagai gen baby boomer yang kolot menolak diedukasi, dan arini sebagai gen z yang terkesan nyolot dalam menyampaikan argumentasi.

Untuk keluar dari rantai generasi sandwich ini arini harus lebih bijak menyikapi berbagai persoalan, perlahan memberikan edukasi yang terkesan tidak frontal terhadap orang tuanya, dan mengajak adiknya andini untuk bekerja part time agar income mereka bertambah, belajar membagi pengeluaran, menekan pengeluaran untuk gaya hidup dan lebih mengutamakan kebutuhan hidup, melihat barang-barang eksklusif yang bisa dilepas agar memiliki tabungan dana darurat dan asuransi orang tua.



 

Dam Hai, Its Me Dam.. Blog ini berisi cerita-cerita tentang buku-buku yang menarik, yang bisa bantu kamu buat self improvement, Self Development, secara GRATIS tanpa harus membelinya

Posting Komentar untuk "Perang Paradigma Gen Z dan Gen Baby Boomer Dalam Issue Generasi Sandwich"